PELATIHAN PENELITIAN HAM DAN DIVERSITAS KULTURAL
YAYASAN INTERSEKSI TAHUN 2008

Program ini merupakan kerjasama antara
               Logo-Interseksi_kecil          dan           logo_hivos_en        


journal
interim
info
PESONAL JOURNAL PROGRESS REPORT RINGKASAN LAPORAN



Daftar isi Panduan Pelatihan

Panduan Penulisan Laporan


Laporan tertulis yang diserahkan oleh masing-masing peserta, paling tidak, harus meliputi beberapa aspek berikut:
  • Latar belakang masalah, berisi pemaparan singkat (dan jelas) tentang latar belakang yang bisa memberi gambaran meyakinkan bahwa subjek penelitian yang dipilih peneliti itu memang menarik dan penting untuk diteliti. Banyak peneliti pemula yang sering terjebak menuliskan latar belakang secara panjang lebar, seolah ingin menjelaskan segala hal menyangkut isu/tema penelitiannya dalam latar belakang ini. Padahal yang dipentingkan dari sebuah latar belakang sebuah desain dan/atau laporan penelitian sosial adalah upaya awal membangun argumen yang cukup meyakinkan bahwa apa yang akan dilakukan pada bagian-bagian lain memiliki konteks persoalan yang jelas dan memang relevan untuk dikerjakan.

  • Tinjauan pustaka (Literature review), memuat tinjauan kepustakaan/literatur yang relevan dengan subyek penelitian. Kekeliruan umum yang sering ditemui dalam membuat tinjauan pustaka adalah karena orang mengira sebuah tinjauan pustaka merupakan atau identik dengan kerangka teori yang dipakai untuk memahami persoalan yang diteliti. Tinjauan pustaka memang akan banyak membantu kita memahami persoalan yang akan kita teliti, tapi ia bukan sebuah acuan teoritis yang akan dibuktikan benar atau keliru dalam sebuah penelitian. Tanpa tinjauan pustaka yang baik seorang peneliti sosial akan kesulitan merumuskan problem yang akan ditelitinya dalam cara yang benar-benar bisa meyakinkan para pembaca yang kritis.

    Filosofi sebuah tinjauan pustaka dalam sebuah penelitian sosial adalah bahwa sebagai aktivitas intelektual sebuah penelitian tidak mungkin dimulai dari nol sama sekali. Selalu akan ada jejak-jejak intelektual orang lain yang telah mendahului apa yang kita kerjakan, baik yang langsung terkait dengan tema yang sedang kita kerjakan maupun yang tidak. Membuat tinjauan pustaka bukan lain adalah upaya kita menghargai pekerjaan/temuan intelektual orang lain, meskipun kita tidak sepakat dengan temuan itu. Melalui upaya membaca kepustakaan yang relevan, seorang peneliti yang akan meneliti sebuah subjek dapat melihat posisi penelitiannya sendiri di tengah-tengah konteks karya-karya intelektual orang lain. Dengan cara itu paling tidak kita bisa menghindari tejadinya repetisi (pengulangan) bukan hanya tema tapi juga masalah yang diteliti tanpa adanya unsur novelty (kebaruan) dalam penelitian yang akan kita kerjakan, yang bisa saja berujung pada tuduhan bahwa kita sedang melakukan praktek plagiarisme.

    Ada dua hal yang perlu diperhatikan dan dicatat dalam membuat sebuah tinjauan pustaka. Pertama, apa tesis umum atau argumen utama karya yang kita bahas yang paling relevan dengan tema penelitian yang akan kita lakukan. Sebuah karya mungkin memuat bermacam-macam uraian yang terlihat sangat penting yang sering membuat kita kebingungan menentukan mana tesis utamanya. Untuk mengatasi masalah seperti ini, tetaplah fokus pada tema utama yang akan kita kerjakan dalam penelitian, sehingga kita bisa memilah dan memilih di antara sekian banyak argumen tadi mana yang paling relevan.

    Kedua, kalau tesis umumnya sudah bisa kita uraikan secara singkat tuliskanlah apa yang menurut Anda merupakan kelemahan(-kelemahan) utama dari tesis tersebut. Tidak ada karya yang bisa sepenuhnya sempurna, dan kalau Anda kesulitan merumuskan kritik Anda sendiri terhadap tesis tersebut, carilah rujukan lain yang bisa membantu Anda mengetahui kelemahannya.

    Dari uraian tentang keterbatasan-keterbatasan kajian yang dilakukan oleh orang lain itulah kita bisa melihat dua hal sekaligus: pertama, masalah apa saja yang masih bisa diteliti baik karena belum dibahas oleh karya-karya yang kita bahas tersebut maupun karena kita melihat kemungkin untuk melihat soal yang sama dari sisi yang berbeda; dan kedua, kontribusi yang akan kita berikan kepada upaya pembentukan ilmu pengetahuan, karena kita tidak sedang akan melakukan repetisi belaka.

  • Rumusan masalah. Sebuah penelitian pada dasarnya dimulai dari sebuah pertanyaan. Tidak ada penelitian tanpa rumusan tentang masalah apa sebenarnya yang akan diteliti. Dengan demikian, merumuskan masalah penelitian merupakan salah satu fase paling penting dalam membuat sebuah desain penelitian. Meskipun terkesan sederhana, tapi tahap atau bagian inilah yang akan memperlihatkan apakah sebuah penelitian pantas dilakukan atau tidak. Sebuah penelitian kualitatif memang memungkinkan kita merevisi atau mengubah rumusan masalah yang diteliti sambil melakukan penelitian di lapangan, tapi hal tersebut tetap saja tidak menghilangkan keharusan bahwa penelitian yang sama memang harus memiliki rumusan masalah penelitian yang jelas.

    Cara terbaik merumuskan persoalan adalah dengan mengacu secara ketat pada hasil bacaan dalam tahap tinjauan pustaka (literatur review) di atas.

  • Metodologi, menerangkan apa yang sudah dilakukan untuk dalam selama proses pengumpulan data di lapangan. Pada bagian ini yang ditulis bukanlah "teori metodologi" yang akan dipakai dalam penelitian, melainkan "cerita" tentang metode apa yang sudah dipraktekkan selama penelitian.

  • Setting Lokasi/isu menjelaskan deskripsi wilayah atau kondisi disertai peta sederhana lokasi/isu tersebut. Harapa diperhatikan bahwa yang dimaksud dengan "peta" dalam hal ini tidak harus berarti peta sebuah wilayah besar, tapi bisa juga berupa peta lokasi kawasan yang diteliti.

  • Temuan-temuan lapangan dan analisisnya. Sub bagian ini berisi paparan data yang sudah berhasil ditemukan selama penelitian, yang relevan dengan masalah penelitian yang sudah dirumuskan sebelumnya, dan analisa kritis tentangnya, serta pengajuan argumen tentang apa relasi antara data tentang realitas tersebut dengan isu HAM yang lebih besar.

  • Kesimpulan dan Rekomendasi, berisi ringkasan hasil penelitian yang berguna untuk menekankan kembali inti pembahasan dan rekomendasi yang digunakan untuk rekomendasi kebijakan tentang isu yang relevan dengan subjek penelitian.

  • Bibliografi yang ditulis sesui dengan standar penulisan yang telah ditetapkan oleh Yayasan Interseksi.