FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

AKKBB, satu Indonesia untuk semua, kekerasan, milisi sipil di Jakarta

Kronologi Peristiwa Monas 1 Juni 2008

duel
Hari Minggu, tanggal 1 Juni 2008 mungkin akan lewat sebagai hari minggu biasa saja bagi sebagian orang. Tidak banyak yang masih ingat bahwa pada tanggal yang sama lebih dari setengah abad yang lalu, beberapa pendiri negeri ini telah menetapkan sebuah landasan penting bagi pengelolaan diversitas bangsa-bangsa yang membentuk satuan yang sampai hari ini disebut Indonesia. Sukarno menyebut landasan tersebut Pancasila. Tapi 1 Juni 2008 akan menjadi hari yang tidak mudah hilang dari ingatan bagi mereka yang masih peduli pada apa yang hari-hari belakangan ini tampak lengas: prinsip bahwa Indonesia diperuntukkan bagi semua warganya, bukan satu kelompok tertentu. Peristiwa Monas 1 Juni 2008 memberi kita satu lagi bukti bahwa sebagian kelompok kecil orang Indonesia tidak pernah benar-benar serius menghargai cita-cita luhur para pendiri negeri ini. Berikut adalah kronologi peristiwanya yang kami kutip langsung dari situs the Wahid Institute.

Ratusan orang berseragam Front Pembela Islam (FPI) menyerang puluhan massa dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang tengah mempersiapkan aksi damai di pelataran Monumen Nasional (Monas), Minggu (01/06/2008). Puluhan orang dari AKKBB yang terdiri termasuk ibu-ibu dan anak-anak mengalami luka-luka dan trauma.

Penyerangan yang berlangsung tiba-tiba tersebut terjadi pada pukul 13.00 WIB ketika massa AKKBB yang bermaksud memperingati 63 tahun Pancasila itu belum sepenuhnya berkumpul. Akibat penyerangan tersebut, 12 orang luka parah dan puluhan orang luka ringan termasuk ibu-ibu dan anak-anak. Sebagian korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sebagian lagi dievakuasi ke halaman Gedung Galeri Nasional.

Beberapa orang yang mengalami luka serius antara lain Imdadun Rahmat memar di sekujur badan dan kepala bocor, M. Guntur Romli luka di sekujur badan dan hidung patah, KH Maman Imanulhaq luka di sekujur badan dan sobek di bagian dagu, Ahmad Suaedy, luka di punggung dan sobek di dagu, Dr. Syafii Anwar, kepala berdarah, Hamid Taher gegar otak ringan dan tangan kiri patah, Joanes sobek di kepala dengan tujuh jahitan, Bernard sobek di kepala dengan delapan jahitan, Omink gegar otak, Sunandar memar di badan dan mata kemasukan pasir.

Korban lain Doni, Sopir soundsystem, Yogi, Heru, Siti Maryam, Ela, Ataurrahman, Sarip, Yaya, Dani H, Nurbarjah, Yanto, Jaka, Lukman, Suleman, Said, Kusworo dan Sair.

Selain korban luka, satu Mobil dirusak, beberapa soundsystem rusak dan dibakar, backdrop terbakar dan satu gitar dirusak.

Berikut kronologi peristiwa Aksi 63 tahun Pancasila dengan tema “Satu Indonesia untuk Semua” Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) Pelataran Monas, 1 Juni 2008.

12.45
Massa AKKBB mulai berdatangan ke belakang Stasiun Gambir, bercampur dengan massa gerak jalan sehat PDIP. Ada 3-4 polisi yang mengatur lalu lintas dan mengatur massa PDIP yang menuju pulang.

12.55
Massa AKKBB yang lain berdatangan ke dalam Pelataran Monas, berkumpul di satu titik untuk konsolidasi.

13.10
Massa AKKBB yang berada di belakang Stasiun Gambir berjalan menuju ke dalam Monas untuk merapatkan barisan dengan massa yang lain, untuk memberi kesempatan kepada massa PDIP membubarkan diri dari tempat parkir di belakang Stasiun. Ada seorang polisi berpakaian preman yang berkumpul di lokasi ini, dan 2 polisi berseragam agak jauh dari lokasi.

13.20
500-an massa FPI berjalan dari arah utara selayaknya orang baris berbaris.

13.25
Massa FPI sampai di depan massa AKKBB yang sedang mengatur barisan, dan tanpa basa basi langsung memukuli massa AKKBB yang sebagian duduk-duduk di aspal, tanpa perlawanan. Mereka memukuli membabi buta sambil berteriak: “Kamu Ahmadiyah ya”. “Allahu Akbar”. Tidak ada seorang aparat pun yang menolong. FPI sudah menyiapkan laskarnya dalam 4 lapis dan lapis terakhir laskar memakai baju hitam hitam, tutup muka dan senjata tajam seperti pedang, sejenis samurai, kayu seperti tombak. Juga pasir pedas yang dilemparkan ke mata.

13.30
Lapisan pertama membubarkan diri namun datang lapisan kedua sambil berteriak ’Allah Akbar’ dan minta lapisan pertama kembali menyerang, sehingga bertambah rombongan FPI yang menyerang teman teman AKKBB. Seorang polisi dengan mobil patroli datang menghampiri namun mobil nya ditendang beberapa orang FPI sehingga polisi itupun lari. Beberapa anggota AKKBB mencoba minta polisi berbuat sesuatu tapi polisi itu malah pergi. Mereka sempat dihampiri seorang anggota FPI dengan mengatakan,"Pergi lu, gue tahu lu Ahmadyah, pergi lu, mau mampus lu".

13.35
Massa AKKBB sudah lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Serombongan polisi bermotor dating ke lokasi, melokalisir massa FPI. Massa FPI menghancurkan mobil dan soundsystem di dalamnya, kemudian membakarnya, di depan para polisi yang mengelilingi mereka.

14.00
Tim AKKBB menyisir seluruh lokasi, dan ada beberapa massa AKKBB yang masih tersisa di dalam dan tak berani keluar. Mereka memilih berdampur dengan pengunjung umum Monas, menunggu massa FPI bubar.

14.15
Massa FPI berjalan ke arah istana, bergabung dengan aksi Hizbuttahrir di depan istana.

14.28
AKKBB membuat konferensi pers dadakan di pelataran Galeri Nasional. Polisi mengingatkan massa AKKBB untuk tidak berlama-lama di Galeri Nasional, karena ada kemungkinan massa FPI masih akan mengejar.

15.00
Massa AKKBB bubar dari Pelataran Galeri Nasional

16.00
Delapan sepeda motor berbendera FPI berhenti di depan Galeri Nasional dan melakukan pengamatan. Hanya tersisa beberapa orang di Pelataran Galeri Nasional.



Sumber: wahidinstitute.org