PDL (Pakaian Dinas Lapangan)
April 18, 2009/ 22:55 | Filed in: CHRONICLES
Radjimo Sastro Wijono
Anggota Tim Peneliti Hak Minoritas dan Multikulturalisme di komunitas Buda, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat
Di antara hal yang kuingat dalam Workshop Riset Desain I adalah omongan-omongan dari seorang yang menjadi pemateri utama acara yang diselenggarakan di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Ia yang jauh datang dari Yogyakarta dengan bersemangat memberikan materi dan membagi pengalaman-pengalamannya. Ilmunya tak setipis buku pengantar, pengalamannya tak sependek cerita sinetron. Ia pembelajar (orang umum menyebutnya dosen) dari Universitas Gajah Mada. Ia yang namanya sudah kukenal sejak kuliah di Universitas Diponegoro, Semarang, pada malam itu dikenalkan dan memperkenalkan dirinya dengan sebutan Pujo Semedi (tanpa gelar akademis, Dr.). Mas Pujo (pangilan yang lebih dia sukai), pada kesempatan pengantar diskusinya sangat membuka wacana dan informatif, pun dalam diskusi yang berjalan sangat mengalir itu. Bagi peserta workshop yang lain mungkin omongan-omongannya sebatas omongan, tapi bagiku sebagian omongannya adalah instruksi. Di antara instruksi yang aku dengar saat itu adalah masalah pakain di lapangan. "…pakailah celana yang banyak kantongnya, seperti celananya tentara berwarna hijau itu, " kata Mas Pujo di salah satu materi dan berbagi pengalamannya malam itu.
[Baca selanjutnya....]