Report on Designing Research on Minority Rights
August 13, 2006/ 02:40 | Filed in: REPORT
For English please scroll down.

Tanggal 7 sampai 9 Agustus 2006, bertempat di Wisma Aryanti, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Yayasan Interseksi telah melaksanakan sebuah Workshop Rancangan Penelitian tentang Hak Minoritas Komunitas-komunitas Etnis/Agama di Indonesia Tahap Kedua. Workshop ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan metodis bagi para peneliti yang akan dikirim ke lapangan untuk melakukan penelitian lanjutan tentang subjek tersebut. Rencananya, penelitian lapangan tentang persoalan Hak Minoritas tahap kedua ini akan mulai dilakukan pada awal September 2006.

Peserta yang ikut dalam workshop ini terdiri dari tim peneliti lapangan (M. Uzair Fauzan, Heru Prasetia, Paring Waluyo, dan Indriaswati Dyah Saptaningrum), peneliti Interseksi, dan beberapa peserta lain yang diundang untuk membantu menyusun rancangan penelitian yang lebih operasional. Salah seorang peneliti, Amin Muzakkir berhalangan hadir karena sakit. Selain itu, workshop juga melibatkan antropolog senior, Dr. Heddy Ahimsa Putra, dari jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada. Sementara Dr. Ahmad Fedyani Saifuddin dari jurusan Antropologi Universitas Indonesia yang semula menyatakan bersedia hadir, berhalangan karena masalah keluarga. Meskipun demikian, kepada panitia workshop Fedyani menyatakan bahwa ia bersedia mengirimkan review terhadap rancangan awal penelitian yang telah disusun oleh Tim Interseksi. Di samping itu, workshop kemarin telah menghadirkan beberapa peserta khusus seperti Jan Lamardy dan Mubarikh (dari Komunitas Ahmadiyah), Zainal dari CENAS, dan beberapa peserta undangan lainnya. Mereka berpartisipasi sangat aktif selama workshop dilangsungkan.

Pelaksanaan workshop disusun dengan struktur acara terdiri dari dua bagian utama. Pada bagian pertama, para peneliti diberi waktu untuk melakukan presentasi hasil studi awal tentang masing-masing wilayah/komunitas yang akan diteliti. Dalam Sesi tersebut para peneliti tampak mengalami kesulitan dalam memformulasikan persoalan-persoalan spesifik di masing-masing wilayah penelitian. Persoalan menjadi semakin menantang secara intelektual karena untuk Tahap Kedua penelitian tahun ini, Yayasan Interseksi juga berusaha untuk mengintegrasikan studi hukum ke dalam program penelitian yang akan dilakukannya. Bagian kedua, workshop diisi materi pembekalan metodis yang dipandu oleh Hikmat Budiman, dengan menghadirkan antropoplog senior, Dr. Heddy Ahimsa Putra. Pada Sesi inilah rancangan final penelitian dirumuskan. Secara sangat jernih Dr. Heddy berhasil memaparkan metode etnografi, jenis data, teknik pengumpulan dan analisa data di lapangan sampai bagaimana menuliskannya dalam format laporan penelitian. Penjelasannya juga dilengkapi dengan bermacam-macam cerita tentang pengalamannya sendiri dalam melakukan beberapa penelitian, yang sangat membantu memberi ilustrasi tentang hal-hal teknis-metodis yang dipaparkannya.

On August, 7-9, 2006, in Wisma Ariyanti, Cisarua, Bogor, West Java, the Interseksi Foundation organized a three-day Workshop to futher develop a research design on Minority Rights, based on which the foundation is going to conduct the second phase of the research on local/religious communities in Indonesia. The workshop was mainly aimed to enhance methodological capacity of the researchers before they are dispatched to undertake the field research in the next following weeks. If everything goes as planned, the field research on the subject will be started on September 1st, 2006.
The participants to the workshop consisted of field researchers (M. Uzair Fauzan, Heru Prasetia, Paring Waluyo, and Indriaswati Dyah Saptaningrum), and some other participants invited to help the foundation in designing a doable research design. It was quite unfortune that one of the researcher, Amin Muzakkir, could not come to the workshop as he was ill. The foundation also invited Dr. Heddy Ahimsa Putra, senior anthropologist of the Department of Anthropology, Gadjah Mada Univeristy, Yogyakarta. They were also some participants from other institutions, including two participants representing Ahmadiyah Islamic community, that were very active during the discussion.

The workshop was structured into two main Sessions. In the first session, all participants were given time to make presentation based on their preliminary study on the suject of Minority Rights and the areas/communities of the research. The discussion became very challenging intellectually as they tried to integrate a legal study into the research. In the second session, Dr. Heddy Ahimsa came to the rescue. Started with some basic explanations on what type of data the researcher have to take care of during and after the field research, he went on lecturing the audience on how to capture the problems of Minority Rights ethnographically, and how to analyze the data and presenting them in report writing process.