Our Workshop on Developing Research Design on Minority Rights
July 30, 2006/ 11:26 | Filed in: NEWS
Scroll down for English version
Setelah sempat tertunda beberapa bulan, program penelitian tentang Hak-hak Minoritas tahap kedua akan dilakukan para peneliti Interseksi mulai bulan Agustus 2006. Dengan segala keterbatasannya, penelitian tahap pertama telah menghasilkan sebuah buku yang mendapat respon sangat baik dari berbagai kalangan. Buku Hak Minoritas. Dilema Multikulturalisme di Indonesia (Interseksi, 2005) bagi kami mungkin menjadi semacam benchmark dengan apa hasil penelitian tahap kedua ini akan dibandingkan kualitasnya. Sejak awal penelitian ini antara lain juga disiapkan untuk memperbaiki beberapa kelemahan penelitian sebelumnya. Untuk menjaga dan memperbaiki kualitas yang sudah ada, tanggal 7 sampai 9 Agustus 2006 Interseksi akan mengadakan workshop persiapan penelitian di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Dalam workshop tersebut, para peneliti Interseksi akan memberikan pemaparan konseptual tentang isu-isu utama yang menjadi fokus perhatian dalam program penelitian tahap kedua ini. Semua peneliti lapangan yang akan dikirim ke lapangan juga akan mempresentasikan hasil studi awal pra penelitian tentang masing-masing wilayah yang akan ditelitinya. Tujuannya agar masing-masing peneliti bisa merumuskan persoalan-persoalan spesifik di masing-masing wilayah di luar formulasi persoalan yang telah ditetapkan dalam rancangan awal penelitian. Para peneliti lapangan juga akan diberi landasan-landasan metodis untuk mengumpulkan dan menganalisa data lengkap dengan proses penulisannya. Semua peserta workshop akan dilibatkan secara penuh dalam proses penyusunan Interview Guide. Selain terdiri dari anggota tim peneliti Yayasan Interseksi, workshop ini juga akan melibatkan dua orang antropolog senior, Dr. Heddy Ahimsa Putra dari jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Ahmad Fedyani Saifuddin dari jurusan Antropologi Universitas Indonesia. Di samping itu, kami juga mengundang beberapa peserta khusus yang akan berperan sebagai pembaca kritis terhadap rancangan penelitian yang telah kami susun.
Penelitian tahap kedua ini akan dilakukan di empat komunitas di empat wilayah: komunitas lokal Tolotan di Sulawesi Selatan; komunitas lokal Parmalim di Sumatra Utara; Jamaah Ahmadiyah di Bogor, Jawa Barat, dan; masyarakat Tengger di Jawa Timur. Di samping itu, penelitian ini juga melibatkan sebuah kajian hukum atas kebijakan negara tentang politik kewarganegaraan. Laporan lengkapnya akan kami tampilkan di halaman ini segera setelah workshopnya usai. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Ridwan Al-Makassary.
The second phase of the research on Minority Rights is started on August 2006. As you might have already known, the result of the first phase of the research has been published as a book entitled Hak Minoritas. Dilema Multikulturalisme di Indonesia (Minority Rights. The Dilemma of Multiculturalism in Indonesia). For us the book is kind like a bencmark against which the quality of the second phase research will be compared with. We prepare the second phase research, among others, also as an effort to address some limitations of the previous research. To that end, on 7 - 9 August 2006 we are organizing a workshop in Puncak, Bogor, West Java.
In the workshop, the researchers will make presentations based on their preliminary studies on the specific problems in the respective areas. We invite two noted Anthropologists, Dr. Sri Heddy Ahimsa Putra of the Gadjah Mada University, and Dr. Achmad Fedyani Saifuddin of University of Indonesia to help us finalizing our research design to be used to capture the problems during the field research. It is hoped that through the workshop the researcher will better understand not only how to collect the data from the field but also how to systematize and analyse them, and how to write a good report.
This year we will conducting research in four communities in Indonesia: Tolotan community in South Sulawesi; Parmalim community in North Sumatra; Ahmadiyah Islamic community in Bogor, West Java, and; Tengger community in East Java. The research will also integrating a legal study on the state policies on citizenship. The complete report wil be published on this page after the workshop is concluded. For more information please contact Ridwan al-Makassary.
Setelah sempat tertunda beberapa bulan, program penelitian tentang Hak-hak Minoritas tahap kedua akan dilakukan para peneliti Interseksi mulai bulan Agustus 2006. Dengan segala keterbatasannya, penelitian tahap pertama telah menghasilkan sebuah buku yang mendapat respon sangat baik dari berbagai kalangan. Buku Hak Minoritas. Dilema Multikulturalisme di Indonesia (Interseksi, 2005) bagi kami mungkin menjadi semacam benchmark dengan apa hasil penelitian tahap kedua ini akan dibandingkan kualitasnya. Sejak awal penelitian ini antara lain juga disiapkan untuk memperbaiki beberapa kelemahan penelitian sebelumnya. Untuk menjaga dan memperbaiki kualitas yang sudah ada, tanggal 7 sampai 9 Agustus 2006 Interseksi akan mengadakan workshop persiapan penelitian di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Dalam workshop tersebut, para peneliti Interseksi akan memberikan pemaparan konseptual tentang isu-isu utama yang menjadi fokus perhatian dalam program penelitian tahap kedua ini. Semua peneliti lapangan yang akan dikirim ke lapangan juga akan mempresentasikan hasil studi awal pra penelitian tentang masing-masing wilayah yang akan ditelitinya. Tujuannya agar masing-masing peneliti bisa merumuskan persoalan-persoalan spesifik di masing-masing wilayah di luar formulasi persoalan yang telah ditetapkan dalam rancangan awal penelitian. Para peneliti lapangan juga akan diberi landasan-landasan metodis untuk mengumpulkan dan menganalisa data lengkap dengan proses penulisannya. Semua peserta workshop akan dilibatkan secara penuh dalam proses penyusunan Interview Guide. Selain terdiri dari anggota tim peneliti Yayasan Interseksi, workshop ini juga akan melibatkan dua orang antropolog senior, Dr. Heddy Ahimsa Putra dari jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada, dan Dr. Ahmad Fedyani Saifuddin dari jurusan Antropologi Universitas Indonesia. Di samping itu, kami juga mengundang beberapa peserta khusus yang akan berperan sebagai pembaca kritis terhadap rancangan penelitian yang telah kami susun.
Penelitian tahap kedua ini akan dilakukan di empat komunitas di empat wilayah: komunitas lokal Tolotan di Sulawesi Selatan; komunitas lokal Parmalim di Sumatra Utara; Jamaah Ahmadiyah di Bogor, Jawa Barat, dan; masyarakat Tengger di Jawa Timur. Di samping itu, penelitian ini juga melibatkan sebuah kajian hukum atas kebijakan negara tentang politik kewarganegaraan. Laporan lengkapnya akan kami tampilkan di halaman ini segera setelah workshopnya usai. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Ridwan Al-Makassary.
The second phase of the research on Minority Rights is started on August 2006. As you might have already known, the result of the first phase of the research has been published as a book entitled Hak Minoritas. Dilema Multikulturalisme di Indonesia (Minority Rights. The Dilemma of Multiculturalism in Indonesia). For us the book is kind like a bencmark against which the quality of the second phase research will be compared with. We prepare the second phase research, among others, also as an effort to address some limitations of the previous research. To that end, on 7 - 9 August 2006 we are organizing a workshop in Puncak, Bogor, West Java.
In the workshop, the researchers will make presentations based on their preliminary studies on the specific problems in the respective areas. We invite two noted Anthropologists, Dr. Sri Heddy Ahimsa Putra of the Gadjah Mada University, and Dr. Achmad Fedyani Saifuddin of University of Indonesia to help us finalizing our research design to be used to capture the problems during the field research. It is hoped that through the workshop the researcher will better understand not only how to collect the data from the field but also how to systematize and analyse them, and how to write a good report.
This year we will conducting research in four communities in Indonesia: Tolotan community in South Sulawesi; Parmalim community in North Sumatra; Ahmadiyah Islamic community in Bogor, West Java, and; Tengger community in East Java. The research will also integrating a legal study on the state policies on citizenship. The complete report wil be published on this page after the workshop is concluded. For more information please contact Ridwan al-Makassary.