FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

Laporan dari Miriam Budiarjo Lecture

printer Print this Page



Perkembangan Ilmu Politik Kontemporer di Indonesia

Oleh: Nia Trisnawati
Staf The Interseksi Foundation


Tanggal 11 Maret 2008 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan “Miriam Budiarjo Lectures: Perkembangan Ilmu Politik Kontemporer di Indonesia”. Seminar setengah hari ini bertujuan mengenang jasa dan sebagai penghormatan kepada Prof. Miriam Budiarjo atas kontribusi dan pengabdiannya dalam mengembangkan ilmu politik di Indonesia.

Seminar ini terselenggara atas kerjasama Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) dengan PT. Freeport Indonesia. Adapun rangkaian acaranya dimulai dengan pemutaran film Miriam Budiarjo. Pemutaran film tersebut mengajak para peserta untuk merenungkan kembali tentang sosok, pemikiran, perjalanan hidup, perjuangan, pengabdian, karya serta karir Prof. Miriam Budiarjo dalam mengembangkan ilmu politik di Tanah Air. Kurang lebih 100 orang peserta yang terdiri dari ilmuwan politik, pelaku politik, Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) dan perwakilan keluarga Miriam Budiarjo hadir di acara tersebut. Tampak pula hadir dalam acara tersebut Ryias Rasyid, Imam B. Prasodjo dan Gita Prasodjo.
Mewakili keluarga besar Prof. Miriam Budiarjo, Nugroho Wisnu Murti dalam sambutannya mengatakan bahwa acara Miriam Budiarjo Lectures ini merupakan apresiasi nyata bagi perkembangan ilmu perpolitikan di Indonesia yang dikembangkan atas pengabdian Prof. Miriam Budiarjo dalam mengembangkan ilmu politik tersebut. Empat pembicara yang tampil adalah Dr. Chusnul Mar’yah, Prof. Dr. Anak Agung Banyu Perwita, Dr. Pratikno dan Prof. Dr. Eko Prasojo.

Prof. Agung berbicara tentang perkembangan ilmu hubungan internasional di Indonesia. Menurutnya ilmu hubungan internasional yang merupakan bagian dari lingkungan ilmu politik sekarang ini mengalami kemajuan pesat. Hal ini dapat ditandai dengan banyaknya universitas yang membuka jurusan hubungan internasional, baik universitas negeri maupun swasta. Jurusan hubungan internasional merupakan jurusan yang bergengsi di suatu universitas, banyak peminatnya dan jumlahnya terus meningkat. Sayangnya, fenomena ini tidak diimbangi dengan kapasitas sumber daya manusia yang memadai, khususnya dari tenaga pendidiknya, serta kurangnya literatur yang berbahasa Indonesia.

Dalam perkembangannya ilmu hubungan internasional dipengaruhi oleh ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu sosial, politik, hukum, ekonomi dan sejarah. Selain itu, ada beberapa hal penting di dalam dinamika ilmu hubungan internasional. Pertama, aktor (pelaku yang berperan dalam policy making). Kedua, isu (isu-isu yang mempengaruhi hubungan internasional, contohnya konflik Somalia. Lebih lanjut Agung menyatakan bahwa dalam Hubungan Internasional suatu isu memiliki empat dinamika yaitu: pertama, militer strategis dan diplomasi; Kedua, politik ekonomi dan organisasi internasional; Ketiga, keamanan, keamanan merupakan harga mati bagi sebuah bangsa. Contohnya adalah perbatasan tradisional dari sebuah negara (seperti kasus baru-baru ini yaitu kasus Laskar Wathoniyah). Keempat, yaitu studi konflik dan resolusi yang menjadi bagian dari disiplin ilmu Hubungan Internasional. Dan terakhir adalah proses. Proses dalam ilmu hubungan internasional menitikberatkan pada rumusan 3C + 1I yaitu; cooperation, competition, conflict and integration, dimana empat bagian tersebut melibatkan aktor, isu dan proses.

Prof. Eko Prasojo berbicara tentang perkembangan ilmu Administrasi Pemerintahan di Indonesia. Menurutnya, ilmu Administrasi Negara sebagai bagian dari ranah ilmu politik memegang peranan penting dalam suatu negara atau suatu pemerintahan untuk mewujudkan tujuan negara yang termaktub dalam UUD 1945, dimana baik atau buruknya pemerintahan ditentukan oleh sistem pelayanan administrasi negara/ publik. Seiring dengan perjalanan dari administrasi publik hingga kini administrasi pemerintahan sudah mulai mengalami pergeseran paradigma dimulai dari kurun tahun 1955-hingga akhir 90an yang mencakup proses, prosedur dan sistem.

Pergeseran administrasi publik terbagi kedalam tiga bagian yaitu; pertama, administrasi publik model klasik, dimana model ini dilihat sebagai seperangkat intitusi negara, proses, prosedur, sistem dan struktur organisasi yang melayani urusan organisasi birokrasi yang bekerja melalui seperangkat aturan yang berdasarkan pegawai negeri yang politis dan terintitusionalisasi, banyaknya peraturan internal, penugasan permanen yang seragam. Sistem administrasi model klasik terfokus pada pemberian pelayanan masyarakat oleh administrator publik yang akuntabel dan bertanggungjawab secara demokratis kepada official elected.

Kedua, kritik terhadap model klasik karena model tersebut dianggap tidak peka terhadap kebutuhan masyarakat, tidak peka terhadap hubungan masyarakat dan negara, sebuah birokrasi yang tidak peka dan kurang responsif karena penggunaan sumber daya publik hanya terfokus pada proses dan prosedur. Dengan melihat model sistem administrasi publik seperti demikian, perlu adanya gelombang pembaharuan terhadap sistem administrasi negara klasik yaitu dengan Progressive era public administration, yaitu meningkatkan profesionalisme pelayanan publik melalui jaminan seleksi dan promosi dalam birokrasi. Dan New public management yaitu dengan mereformasi paradigma administrasi publik lama yang tradisionalis.

Eko Prasojo juga mengungkapkan bahwa dalam sistem administrasi publik terdapat isu-isu administrasi publik kontemporer yaitu: reformasi administrasi, desentralisasi, kualitas pelayanan publik, good governonce, globalisasi, kebijakan publik dan hukum administrasi negara. Beliau menutup presentasinya dengan kesimpulan bahwa kontribusi ilmu administrasi negara belum optimal dalam menyelesaikan masalah bangsa karena ilmu administasi belum peka terhadap perubahan lingkungan.


Mantan anggota KPU, Dr. Chusnul Mar’yah, berbicara tentang perkembangan ilmu politik di Indonesia. Menurutnya, perkembangan ilmu politik di Indonesia sangat pesat, ditandai dengan banyaknya jurusan ilmu perpolitikan di universitas. Perkembangan politik dan ilmu politik sekarang ini membuat beliau bertanya pada dirinya sendiri, apakah yang terjadi saat ini merupakan perubahan ataukah hanya perkembangan politik?. Menurut Dr. Chusnul Mar’yah ilmu politik di Indonesia sekarang ini harus mengadakan pembaharuan atau perkembangan pada aspek reconfiguration in political knowledge, scholar, and paradigm.

Menurut Chusnul ada perkembangan tiga paradigma dalam ilmu politik di Indonesia yaitu; Behavioralist, New Institutional/Post Behavioralist dan Rasional Choice . Ia juga mengatakan bahwa Indonesia sekarang ini dalam segi politik merupakan living labolatory bagi peneliti-peneliti politik dari dunia Barat, ditandai dengan adanya Politik Mojokuto. Contoh lain dari perkembangan ilmu politik di Indonesia adalah dengan adanya studi kritik modernisasi politik, dan wujud nyata dari studi kritik modernisasi adalah jatuhnya Soeharto (Orde Baru). Menurutnya, perkembangan politik tahun 1988 dan Pemilu 2004 adalah bukti nyata dari perkembangan ilmu politik di Indonesia.

Diakhir presentasinya Chusnul mengungkapkan tentang hambatan dan hal yang harus dilakukan dalam mengembangkan ilmu politik di Indonesia. Hambatan yang ditemui dalam mengembangkan ilmu politik di Indonesia antara lain adalah kebiasaan para dosen yang menggunakan buku lama secara turun-temurun dan paradigma dosen yang tidak terbuka dengan perkembangan ilmu politik terkini. Sedangkan hal yang harus dilakukan dalam mengembangkan ilmu politik antara lain dengan mengembangkan metode ilmu politik yang ada, dekolonisasi ilmu politik dan dekonstruction ilmu politik.

Dr. Pratikno berbicara tentang perkembangan ilmu pemerintahan di Indonesia. Beliau memaparkan bahwa ilmu pemerintahan adalah lmu dari ranah politik yang merupakan saudara sekandung dengan ilmu administasi negara. Hal yang membedakan dari dua ilmu ini adalah fokus dari kedua ilmu tersebut. Fokus dari ilmu pemerintahan adalah bentuk relasi organisasi kekuasaan yang berkaitan dengan urusan publik, sedangkan fokus dari administrasi adalah bentuk birokrasi pemerintahan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Ilmu pemerintahan sekarang ini telah mengalami reformasi. Karakter reformasi ilmu pemerintahan itu sendiri lebih inklusif, partisipatif dan demokratis.

Diakhir presentasinya Pratikno mengungkapkan hal yang harus dilakukan dan hambatan dalam mengembangkan ilmu pemerintahan di Indonesia. Hal yang harus dilakukan adalah dengan cara memanage network dari ilmu pemerintahan itu sendiri. Hal penting lain yang harus dilakukan adalah mengembangkan studi desa. Studi desa merupakan variasi penting yang harus dilakukan dalam mengembangkan ilmu pemerintahan di Indonesia. Sedangkan hambatan yang ditemui dalam mengembangkan ilmu pemerintahan yaitu komunitas ilmu yang sejenis dan tradisi dari ilmu itu sendiri.