Laporan Workshop Penulisan Tahap 2
March 11, 2007/ 15:02 | Filed in: NEWS

Seperti telah dijadwalkan jauh-jauh hari sebelumnya, tanggal 26-28 Februari 2007 yang lalu Yayasan Interseksi telah menyelenggarakan workshop penulisan tahap akhir program riset Hak Minoritas tahun ke-2 di Wisma Ariyanti, Cisarua, Bogor. Ridwan Al-Makassary menurunkan laporannya di bawah ini.
Empat orang peneliti lapangan yang dalam workshop sebelumnya telah diminta menyiapkan tulisan yang lebih lengkap, semuanya hadir. Sayangnya, satu orang peneliti hukum tidak bisa datang karena baru saja melahirkan putri pertamanya (selamat!). Di samping para peneliti, juga hadir beberapa orang pengurus Interseksi dan para observer yang secara tajam selalu memberi komentar dan kritik pada semua kertas kerja yang ditulis oleh para peneliti. Seperti biasa, para peserta tidak berangkat bersama-sama dalam satu rombongan. Para peneliti datang sendir-sendiri dari kota asalnya masing-masing, sedangkan sebagian besar yang lainnya berangkat dari kantor Interseksi sekitar jam 11.00 pagi tgl. 26 februari 2007.

Setelah makan siang, sekitar jam 14.00 acara workshop mulai dibuka. Pembahasan pertama adalah evaluasi tentang proses penulisan dan membuat time schedule penulisan akhir dan penerbitan buku. Beberapa standar penulisan ilmiah disepakati, dan semua penulis harus mengikuti standar yang disepakati tersebut. Setelah itu, presentasi kertas kerja dari peneliti. Kegiatan ini yang menjadi inti acara di Wisma Ariyanti. Secara umum, peneliti berhasil membuat kemajuan dalam penulisan kertas kerjanya, meskipun kertas kerja tersebut akhirnya harus disempurnakan lagi berdasarkan dialog yang santai namun tidak kehilangan kritisisme. Meskipun tidak terlalu optimal, workshop penulisan ke-2 ini memberi pijakan untuk menghasilkan karya yang cukup baik kualitasnya. Beberapa orang peneliti bahkan cukup berhasil menyajikan gagasan baru tentang analisa terhadap hak minoritas. Semua peserta berharap buku yang dihasilkan kelak akan lebih baik daripada buku hasil penelitian sebelumnya. Ini menjadi obsesi dari semua peserta yang hadir. Pada akhir Maret ini, para peneliti akan menyerahkan kertas kerja mandirinya, dan kemudian akan dimulai proses pembacaan secara elektronik melalui email untuk terus menyempurnakan tulisan yang sudah dibuat. Setelah tahap ini selesai, sekitar bulan April atau Mei 2007 naskah akan masuk ke bagian editing dan setiap naskah kembali akan "dibongkar" untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Akhir Juni atau awal Juli 2007 naskah buku dijadwalkan sudah selesai dicetak, dan siap dipasarkan.

Tentu saja tidak seluruh waktu kami habiskan untuk mendiskusikan isi tulisan para peneliti. Untuk mengurangi ketegangan, para peserta berinisiatif mengadakan adu-tanding sepakbola mini di halaman wisma tempat kami menginap. Pemain dibagi menjadi dua tim, masing-masing tim terdiri dari empat orang. Para peneliti tergabung dalam satu tim melawan tim panitia. Hasilnya, tim penatia berhasil mencukur habis kekuatan tim para peneliti. Pada momen-momen seperti itulah kegembiraan bersama meluap, dan kami bisa melupakan sedikit beban dari workshop yang memang sering terasa membosankan itu.
Pada akhir acara ada evaluasi terhadap program untuk perbaikan program ke depan. Ada dua hal yang penting dikemukan di sini. Pertama, bahwa mewujudkan karya berdasar riset berkualitas tidak mudah. Perlu kesungguhan! Secara khusus, dalam program ini peneliti mengusulkan adanya preliminary research terutama yang terkait dengan pilihan lokasi riset, yang pada program ini tidak cukup waktu untuk melakukannya. Kendala utamanya sebenarnya adalah soal anggaran yang tidak cukup untuk itu. Kedua, peneliti mengharapkan adanya program yang tidak sebatas menghasilkan riset, melainkan juga agar diiringi oleh pendampingan masyarakat yang diteliti. Bagi Interseksi, terus terang ini bukan hal mudah. Kami tentu saja juga pernah berpikir ke arah itu, tapi untuk melakukannya butuh dukungan bukan hanya dana yang cukup tapi juga sumberdaya manusia yang handal. Sebelum hal tersebut bisa diwujudkan, Interseksi berkomitmen untuk terus melakukan penelitian sosial yang cukup serius, yang bisa digunakan oleh pihak lain untuk kepentingan advokasi dan pendampingan. Secara khusus, Interseksi juga merencanakan adanya kegiatan sosialisasi hasil riset tersebut melalui worksop atau seminar di daerah yang telah diteliti, dan mencoba untuk meneruskan riset atas komunitas lokal yang mungkin diperluas dengan agenda kampanye terhadap isu ini.

Setelah seluruh acara workshop selesai, hari Rabu tanggal 28 Februari 2007 kami berangkat pulang ke Jakarta. Dalam perjalanan kami khusus menyempatkan diri berkunjung ke rumah salah seorang peneliti kami, Indry, di daerah dekat Cijantung, Jakarta Timur. Setelah sempat keliru jalan sekitar jam 11 siang kami tiba di rumah yang asri itu. Indry terlihat sangat bahagia menimang buah cintahnya. Seorang bayi perempuan yang cantik. Setelah sebuah penantian demikian panjang, kegembiraan selalu terpancar dalam setiap kalimat yang diucapkannya dalam obrolan bersama kami. Kami semua juga ikut bahagia. Selamat. Selamat. Selamat!