FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

Laporan Diskusi tentang Teror, Massa, dan Trauma

franky
Rasionalitas modern memandang massa sebagai kekuatan anomali, irasional dan selalu menjadi pusat reproduksi bagi energi-energi desktruktif. Singkatnya, massa yang bergerak dengan melakukan tindakan kekerasan merupakan kolektivitas yang disusun berdasarkan elemen-elemen negatif. Individualitas di dalam kerumunan massa menjadi kosong, lalu kekosongan ini diisi oleh suatu energi balik untuk meretas proses individuasi itu sendiri. Pertanyaannya adalah kenapa di zaman yang semakin modern, kerumunan massa seperti ini masih menghantui kehidupan kita sehari-hari? Tidakkah dalam sistem yang semakin modern individu sudah semakin rasional?

Francisco Budi Hardiman, atau yang lebih akrab disapa Franky, dalam diskusi bulanan yayasan Interseksi (21 Juni 2006) meragukan kenyataan ini. Ia justru berpendapat bahwa dorongan merusak dan berbuat positif dalam takaran rasionalitas modern terus menjadi bagian inheren dari pendulum modernitas itu sendiri. Pada satu sisi, manusia sebagai pribadi memiliki hasrat untuk berbeda, menjadi unik. Tapi pada sisi yang lain dan pada saat yang bersamaan, individu modern juga memiliki kecenderungan untuk mencari simililaritas menjadi "yang sama" di dalam apa individu bisa memperoleh ketenangan, tidak memiliki keharusan bertanggungjawab secara individual, dan menyerahkan kedaulatan subjeknya kepada kolektivitas. Baca selengkapnya>>