RESEARCH
Workshop Penulisan Laporan Penelitian “Kota-kota di Sumatra"
25/12/11 16:58
Indriani Widiastuti, Program Officer Yayasan Interseksi
Beberapa peserta terlihat lega setelah workshop berakhir, karena menurut penilaian mereka workshop ini seperti film thriller, tegangnya tidak habis-habis.
Pada hari Senin dan Selasa, 12-13 Desember 2011 yang lalu, para peserta joint-research “Kota-Kota di Sumatera” mempresentasikan dan mendiskusikan laporan penelitiannya acara Workshop Penulisan Laporan Hasil Penelitian “Kota-kota di Sumatera”. Acara ini diselenggarakan di GG House, Gadog. Jawa Barat, diikuti oleh tujuh peneliti, pembaca makalah dan para undangan.
Firdaus, peneliti dengan wilayah penelitian Binjai, Sumatera Utara, mendapat kesempatan pertama. Fokus penelitiannya pada kota Binjai yang harmonis, aman dan nyaris tanpa konflik. Kalaupun ada, mungkin hanya konflik perebutan lahan parkir, tidak seperti di daerah lain yang berpotensi konflik antar-etnis. Penduduk asli kota tersebut adalah dari suku bangsa Melayu dari Hinai (sebuah kecamatan di Kabupaten Langkat). Saat ini yang mendiami kota Binjai memang sudah generasi ke-6 atau ke-7, sehingga banyak yang tidak terlalu mementingkan identitas kesukuan. Mereka dengan bangga mengungkapkan identitas bahwa “Kami orang Binjai” dan berkmounikasi dengan bahasa Indonesia, tidak lagi menggunakan bahasa ibu (Mandarin, India atau Jawa). Inilah salah satu faktor pemicu keharmonisan di Binjai. Di sesi tanya jawab, Ignatius Haryanto (LSPP) mempertanyakan tentang kehadiran media lokal, apakah ada koran lokal atau rubrik khusus di koran mengenai kota Binjai. Ia kembali menjelaskan bahwa melalui media, bahkan dari menjamurnya lapak DVD, dapat menceritakan perkembangan suatu daerah. Amin Mudzakkir dari LIPI mempersoalkan judul laporan yang menggunakan kata harmonis, atas dasar apa warga kota Binjai harmonis, apakah ini sekedar praduga atau memang dulunya harmonis dan sekarang tidak? Kata harmonis atau harmonisasi pada judul paper (“Kami Orang Binjei”: Harmonisasi Agama dan Etnis di Kota Binjai) bisa menjadikan peneliti stuck hanya mengutak-atik harmoni dan berusaha mencocok-cocokkan kata tersebut dengan data temuan di lapangan.Read More...
Beberapa peserta terlihat lega setelah workshop berakhir, karena menurut penilaian mereka workshop ini seperti film thriller, tegangnya tidak habis-habis.
Pada hari Senin dan Selasa, 12-13 Desember 2011 yang lalu, para peserta joint-research “Kota-Kota di Sumatera” mempresentasikan dan mendiskusikan laporan penelitiannya acara Workshop Penulisan Laporan Hasil Penelitian “Kota-kota di Sumatera”. Acara ini diselenggarakan di GG House, Gadog. Jawa Barat, diikuti oleh tujuh peneliti, pembaca makalah dan para undangan.

Comments
Dari Workshop Persiapan Riset Kota-kota di Sumatra
21/05/11 20:12