NEWS
Year's end quick note
25/12/10 23:24
Dear colleagues and friends,
On behalf of everyone at Interseksi, I'd like to take the privilege of thanking you for all the supports we got this year. Despite some minor glitches 2010 has been quite a year for us. We've just been through the Crossing-Boundaries: Cross Culture Video Project for Peace program, and we have a plan to continue the cross cultural activities to further increase the mutual understanding and respect for diversity among social groups in our country. We’ve got lots of plans for 2011, and are looking forward to sharing them with you!
I just want to post a quick (year's end) note letting you know what’s happening over the year's end period with our team. As some of you might have already known, we have moved to a new office on december 18th through until 22th december. It's been four years since me moved to our office in Tanjung Barat, and due to the increased number of staffs and stuffs that we gathered in years we decided to rent a larger space to house our daily activities. Not only is the new office more spacious, it also has nicer surrounding and gives us tranquility as well. We are still arranging stuffs in the new office, and during that time we want to apologize for all the inconvenience.
I am not ready to spill the beans on all of our plans, but I can tell you that we are going to have more interesting activities next year. Again we thank you for all the supports, and we hope that this year has been full of professional and personal success for you, and that next year will be even better!
We wish you a prosperous, more productive, and peaceful new year 2011.
Best,
Hikmat Budiman

I just want to post a quick (year's end) note letting you know what’s happening over the year's end period with our team. As some of you might have already known, we have moved to a new office on december 18th through until 22th december. It's been four years since me moved to our office in Tanjung Barat, and due to the increased number of staffs and stuffs that we gathered in years we decided to rent a larger space to house our daily activities. Not only is the new office more spacious, it also has nicer surrounding and gives us tranquility as well. We are still arranging stuffs in the new office, and during that time we want to apologize for all the inconvenience.

We wish you a prosperous, more productive, and peaceful new year 2011.
Best,
Hikmat Budiman
Comments
Roadshow Medan
08/10/10 11:12
Posted by Webmaster
Setelah sukses menyelenggarakan roadshow dan diskusi publik di kota Makassar tgl. 29-30 September 2010 yang lalu (laporan detailnya masih sedang dipersiapkan), mulai tanggal 13 sampai 14 Oktober 2010 Yayasan Interseksi akan berangkat ke Medan untuk tujuan yang sama, yakni roadshow dan diskusi publik program Crossing Boundaries: Cross Culture Video Project for Peace 2010. Aktivitasnya meliputi pemutaran video-video yang dihasilkan oleh para peserta program Crossing Boundaries, dan dilanjutkan dengan diskusi publik tentang isu-isu relasi antar kelompok sosial yang berbeda dalam konteks penciptaan dan pemeliharaan perdamaian di Indonesia. Di kota Medan, kami bekerjasama dengan Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatra Utara, dan Universitas Negeri Medan (Unimed).
Sudah cukup banyak diketahui bahwa Medan adalah salah satu contoh tipikal dari setting masyarakat multikultural di Indonesia. Penduduk kota ini tersusun dari beberapa pengelompokan sosial berdasarkan etnis bahkan ras yang berbeda. Ras. etnis, dan agama warga yang berbeda tentu saja juga ada di kota-kota lain, tapi pengelompokan sosial yang dalam banyak kasus juga ditandai oleh pembagian teritori berdasarkan pengelompokan tersebut sehingga menyerupai kantong-kantong kultural yang terpisah tidaklah terlalu banyak jumlahnya di Indonesia. Medan adalah salah satunya. Dan seperti halnya Makassar, Medan juga merupakan salah satu lokasi tempat proses pengambilan gambar video program Crossing Boundaries 2010 berlangsung.
Ada dua video dokumenter yang dibuat oleh peserta program Crossing Boundaries 2010 yang mengambil setting multikultural medan. Yang pertama adalah Lapo oleh Andang Kelana, dan yang kedua adalah Tamil yang dikerjakan oleh Ronaldiaz Hartantyo. Di samping video-video lainnya, dua video dokumenter tersebut tentu saja akan diputar dan didiskusikan di Medan tgl. 13-14 Oktober 2010 ini.

Sudah cukup banyak diketahui bahwa Medan adalah salah satu contoh tipikal dari setting masyarakat multikultural di Indonesia. Penduduk kota ini tersusun dari beberapa pengelompokan sosial berdasarkan etnis bahkan ras yang berbeda. Ras. etnis, dan agama warga yang berbeda tentu saja juga ada di kota-kota lain, tapi pengelompokan sosial yang dalam banyak kasus juga ditandai oleh pembagian teritori berdasarkan pengelompokan tersebut sehingga menyerupai kantong-kantong kultural yang terpisah tidaklah terlalu banyak jumlahnya di Indonesia. Medan adalah salah satunya. Dan seperti halnya Makassar, Medan juga merupakan salah satu lokasi tempat proses pengambilan gambar video program Crossing Boundaries 2010 berlangsung.
Ada dua video dokumenter yang dibuat oleh peserta program Crossing Boundaries 2010 yang mengambil setting multikultural medan. Yang pertama adalah Lapo oleh Andang Kelana, dan yang kedua adalah Tamil yang dikerjakan oleh Ronaldiaz Hartantyo. Di samping video-video lainnya, dua video dokumenter tersebut tentu saja akan diputar dan didiskusikan di Medan tgl. 13-14 Oktober 2010 ini.
Fresh from the Oven
23/09/10 00:23
Posted by Webmaster
Just in case you were too engrossed with real life to notice, here's the quick background. In April 2010 we kicked off our Cross Culture Video Making Project for Peace: Crossing Boundaries 2010. We selected participants from Papua and Aceh to make videos in Jakarta; participant from Ambon make video in Makassar; and participants from Jakarta and Bandung in Medan and Makassar. We had a participant from Palu (Central Sulawesi), but he withdrew his participation in the program due to a health issue. We trained them all in a five-day pre-production workshop before dispatched them to the production sites. Read our previous posts to see more information.
After the fieldwork, we then regroup all the participants in a 10-day workshop on post-production activities in July, and they all had come back to their respective hometown after the workshop was concluded. The next step for us is to finalize the videos that participants has painstakingly composed during the workshop, and to compile and package them into a single DVD-video. At the initial stage, we are going to distribute the DVD to some of our partners while we are screening the videos for public discussion in Makassar, Jakarta, and Medan.
Hundreds of hours have passed here in our office, and now the DVD is already forming a golden master ready to be duplicated. It contains 6 (six) documentary videos with the themes range from Lapo (traditional Batakese tavern) and Indian Tamil-bloodline Medanese in North Sumatra toSpaniard Portuguese-pedigreed Betawi People in Kampung Tugu in Jakarta to the traditional Buginese vegetables street vendor in Makassar.
If some of you were interested with the videos, the DVD will be available on a Print-on-Demand basis. The pricing is not yet available as of this writing.

After the fieldwork, we then regroup all the participants in a 10-day workshop on post-production activities in July, and they all had come back to their respective hometown after the workshop was concluded. The next step for us is to finalize the videos that participants has painstakingly composed during the workshop, and to compile and package them into a single DVD-video. At the initial stage, we are going to distribute the DVD to some of our partners while we are screening the videos for public discussion in Makassar, Jakarta, and Medan.
Hundreds of hours have passed here in our office, and now the DVD is already forming a golden master ready to be duplicated. It contains 6 (six) documentary videos with the themes range from Lapo (traditional Batakese tavern) and Indian Tamil-bloodline Medanese in North Sumatra to
If some of you were interested with the videos, the DVD will be available on a Print-on-Demand basis. The pricing is not yet available as of this writing.
Workshop Pasca-Produksi
30/06/10 13:34
Tgl. 30 Juni 2010, Para peserta program Cross Culture Video Making Project for Peace: Crossing Boundaries 2010 baru saja selesai melakukan pengambilan gambar di tiga lokasi secara paralel: Jakarta, Medan, dan Makassar. Pasti ada banyak cerita yang mereka bawa pulang dari pengalaman hidup di lingkungan yang berbeda dari tempat hidupnya sehari-hari. Lebih dari itu, akan ada banyak data audio-visual atau footage yang mereka bawa pulang sebagai bahan membuat sebuah video dokumenter tentang masing-masing subjek yang mereka pilih. Bagaimana Tiara yang berasal dari Ambon dan Saiful yang asli Jakarta melihat dan menafsirkan pertemuannya dengan komunitas masyarakat di Makassar, atau bagaimana Umar yang dari Aceh masuk ke dalam kehidupan orang-orang "Betawi" keturunan Portugis di kampung Tugu, Jakarta? Bagaimana pula dengan Reza yang tumbuh dewasa di Papua melihat salah satu sisi kehidupan di Jakarta, atau Aldi yang sehari-hari tinggal di Bandung dan kuliah di jurusan arsitektur ITB menafsirkan sisi-sisi kehidupan kota Medan bersama Andang yang asal Jakarta?
Mulai tgl. 1 - 10 Juli 2010, mereka akan terlibat penuh dalam workshop pasca-produksi di tempat yang sama ketika mereka mengikuti workshop pra-produksi beberapa minggu yang lalu. Dalam workshop kali ini, semua pengalaman dan tangkapan audio-visual para peserta akan dibahas, didiskusikan, ditataulang agar bisa disajikan menjadi sebuah video dokumenter yang bukan hanya layak ditonton melainkan juga kritis dan dapat menjadi bahan refleksi ke dalam bagi pembuatnya sendiri.
Sebagian besar rombongan akan berangkat bersama-sama dari kantor Interseksi siang menjelang sore hari tgl. 1 Juli 2010. Berbeda dengan workshop sebelumnya, workshop pasca-produksi hampir secara eksklusif hanya akan diikuti oleh peserta program, fasilitator, konsultan teknis, dan panitia. Kami tidak melibatkan pihak lain di luar itu karena ingin memberi ruang dan waktu kepada peserta untuk bisa berkonsentrasi melakukan penyuntingan video.
Mulai tgl. 1 - 10 Juli 2010, mereka akan terlibat penuh dalam workshop pasca-produksi di tempat yang sama ketika mereka mengikuti workshop pra-produksi beberapa minggu yang lalu. Dalam workshop kali ini, semua pengalaman dan tangkapan audio-visual para peserta akan dibahas, didiskusikan, ditataulang agar bisa disajikan menjadi sebuah video dokumenter yang bukan hanya layak ditonton melainkan juga kritis dan dapat menjadi bahan refleksi ke dalam bagi pembuatnya sendiri.
Sebagian besar rombongan akan berangkat bersama-sama dari kantor Interseksi siang menjelang sore hari tgl. 1 Juli 2010. Berbeda dengan workshop sebelumnya, workshop pasca-produksi hampir secara eksklusif hanya akan diikuti oleh peserta program, fasilitator, konsultan teknis, dan panitia. Kami tidak melibatkan pihak lain di luar itu karena ingin memberi ruang dan waktu kepada peserta untuk bisa berkonsentrasi melakukan penyuntingan video.
Workshop Pra-produksi
07/06/10 22:45

Rute ke Lokasi Workshop
03/06/10 18:42
Bagi peserta Workshop Pra-produksi program Crossing-Boundaries: Cross Culture Video Making Project for Peace yang berencana berangkat bersama panitia, Yayasan Interseksi menyediakan kendaraan angkutan dari kantor Yayasan Interseksi menuju lokasi Workshop. Lokasi kantor Interseksi dapat dilihat dalam Peta Google ini. Sementara bagi mereka yang memilih berangkat sendiri ke lokasi Workshop di GG. House Happy Valley, Bogor, Jawa Barat, berikut adalah rute dan peta/denah menuju lokasi.
klik pada masing-masing gambar untuk melihat peta/denah yang lebih besar

Denah/peta di atas dapat pula di-download pada halaman Download.
Pastikan Anda selalu berhati-hati dalam perjalanan. Berikut adalah nomor-nomor kontak panita yang bisa dihubungi kalau Anda mengalami kesulitan menemukan lokasi Workshop.

Denah/peta di atas dapat pula di-download pada halaman Download.
- Rute dari Bandar Udata Sukarno-Hatta
Bagi peserta dari luar Jawa (Papua, Ambon, Palu, dan Aceh), rute menuju lokasi Workshop adalah sebagai berikut: Dari Bandara Sukarno Hatta Anda dapat menggunakan Bus DAMRI jurusan Bandara-Bogor. Turun di terminal Baranangsiang, Bogor. Dari Baranangsiang Anda naik angkutan umum ke arah Cisarua atau Puncak. Katakan pada supir Anda minta turun di hotel Pramesti. Menyebrang jalan ke arah sebuah jalan kecil yang menuju hotel Pramesti. Dari sana, kalau tidak ada jasa Ojeg, Anda hanya perlu waktu sekitar 20 menit berjalan kaki menuju lokasi GG. House.
- Rute Dari Jakarta
Bagi peserta Workshop dari Jakarta, ada beberapa pilihan moda transportasi yang bisa digunakan. Kalau Anda menggunakan Taxi Anda hanya tinggal menunjukkan peta/denah di atas kepada pengemudi. Pastikan Anda memilih Taxi dari perusahaan yang dapat dipercaya. Alternatif berikutnya adalah menggunakan bus umum. Untuk rute ini, setelah sampai di terminal Baranangsiang Anda tinggal mengikuti rute untuk peserta dari luar Jawa di atas. Alternatif paling murah adalah menggunakan kreta api dan berhenti di stasiun kereta api Bogor. Dari stasiun kereta Anda harus mencari angkutan umum menuju terminal bus Baranangsiang. Dari Baranangsiang, rute Anda sama dengan peserta dari luar Jawa di atas.
Pastikan Anda selalu berhati-hati dalam perjalanan. Berikut adalah nomor-nomor kontak panita yang bisa dihubungi kalau Anda mengalami kesulitan menemukan lokasi Workshop.
- 08990033422 dan 0813 85 177 359
Agenda Pra-produksi
03/06/10 10:10
Sebagai bagian dari pelaksanaan Program Cross Culture Video Making Project for Peace: Crossing Boundaries, pada tgl. 9 -16 Juni 2010, Yayasan Interseksi akan mengadakan Diskusi tentang Relasi Antar Kelompok dan Workshop Pra-produksi di GG. House, Gadog, Bogor, Jawa Barat.
Secara garis besar, aktivitas tersebut meliputi tiga struktur kegiatan:
Susunan lengkap Agenda Kegiatan dapat diperoleh pada halaman Download.
Secara garis besar, aktivitas tersebut meliputi tiga struktur kegiatan:
- pembekalan materi substansi tentang relasi antar kelompok sosial dan potensi serta tantangan masyarakat multikultur dalam menciptakan dan memelihara perdamaian.
- pembekalan materi teknis pembuatan film/video; dan
- praktek pengambilan gambar dan pematangan konsep film/video yang akan dilakukan oleh masing-masing peserta pada masing-masing lokasi yang telah ditentukan.
Susunan lengkap Agenda Kegiatan dapat diperoleh pada halaman Download.
Peserta Terpilih
29/05/10 13:29
Pada tanggal 28 Mei 2010, Tim Seleksi Yayasan Interseksi telah memutuskan nama-nama yang dinyatakan lolos seleksi penerimaan peserta program Crossing Boundaries: Cross-Culture Video Making Project for Peace 2010. Penilaian dididasarkan pada beberapa kriteria berikut:
Kami menyampaikan selamat kepada para calon peserta yang sudah terpilih, dan berterima kasih kepada seluruh pelamar yang telah mengirimkan aplikasinya.
- kualitas makalah konsep (concept paper) yang ditulis oleh masing-masing calon peserta
- kualitas karya video yang pernah dibuat oleh calon peserta
- representasi wilayah partisipasi
| No. | Nama | Jenis Kelamin | Alamat | Asal Lembaga | |
|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Erwin Laudjeng | Laki-laki | Jl.Tg.Satu No.59, Palu, Sulawesi Tengah | JALIN(Jaringan Film Independen) Sulawesi Tengah | ewin_pls@yahoo.com | 2. | Ronaldiaz Hartantyo | Laki-laki | Jl.Situsari VII No.35 Cijagra Buahbatu, Bandung | Komunitas Sahabat Kota | ronaldiazhartantyo@gmail.com | 3. | Andang Kelana | Laki-laki | Jl.Palapa IV No.13 RT.010/RW.02, Lenteng Agung, Jakarta Selatan | Forum Lenteng | andangkelana@forumlentengjakarta.org | 4. | Tiara Melinda Andhianny Salampessy | Perempuan | Jl.Galunggung No.34 RT.002?RW.006 Kelurahan Batumerah Kecamatan Sirimau, Ambon | Lembaga antar Iman Maluku | tiarasalampessy@gmail.com | 5. | Marthen Luther Sesa | Laki-laki | Jl.Raya Sentani No.92 Padang Bulan Jayapura, Papua | Aliansi Demokrasi untuk Papua | marthenluther_sesa@yahoo.com | 6. | T. Umar | Laki-laki | Jl.Kuwera 1 No.9 Lamprit, Banda Aceh | Komunitas Panteu, Banda Aceh | rajamulieng@gmail.com |
Kami menyampaikan selamat kepada para calon peserta yang sudah terpilih, dan berterima kasih kepada seluruh pelamar yang telah mengirimkan aplikasinya.
Meretas Batas
02/04/10 21:13
Posted by Hikmat Budiman

Mulai bulan April sampai bulan November 2010 nanti, Interseksi akan mengorganisir sebuah program yang relatif baru. Dalam program tersebut, kami berusaha menggabungkan beberapa hal yang pernah kami kerjakan sebelumnya ke dalam format yang lebih aplikatif. Konkretnya, kami mencoba mendekati persoalan relasi antar kelompok sosial dalam masyarakat multikultur melalui jalan penggunaan medium film untuk mempromosikan nilai, ikut membangun dan memelihara perdamaian di negeri ini. Seperti diketahui bersama, sudah sejak tahun 2004 kami berusaha mendalami isu-isu krusial dalam masyarakat Indonesia yang multikultur, dan sejak tahun 2008 kami mulai menggunakan medium film/video untuk menampilkan problematik kelompok-kelompok etnik/agama minoritas yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dari hasil beberapa kajian yang pernah kami lakukan tadi, yang semuanya sudah pula kami publikasikan dalam bentuk buku serial Hak Minoritas yang terbit dalam tiga volume itu, salah satu hal penting yang kami temukan adalah kenyataan bahwa sebagian dari kita, mungkin termasuk kami sendiri, cenderung hidup dalam kurungan batas-batas yang meskipun mampu memberi rasa aman dalam hidup tapi seringkali tidak sehat dalam konteks relasi antar kelompok. Kita seperti hidup di dalam sebuah kepompong, yang melindungi kita dari gangguan pihak lain tapi sekaligus menanamkan purbasangka yang sering membuat kita cenderung kurang hormat terhadap orang atau kelompok orang di luar kepompong kita itu. Batas atau kepompong itu bisa berupa etnik, budaya, agama atau bahkan klaim teritorial. Read More...