FOR KNOWLEDGE AND HUMANITY   |  

PELATIHAN PENELITIAN HAM DAN DIVERSITAS KULTURAL ANGKATAN II
YAYASAN INTERSEKSI TAHUN 2009

Program ini merupakan kerjasama antara

                          Logo-Interseksi_kecil   Hivos new logo_small        




Daftar isi Panduan Pelatihan

  • Rasional001
  • Tujuan002
  • Output003
  • Time Frame Pelaksanaan Kegiatan004
  • Peserta005
  • Rekruitmen Peserta006
  • Bentuk Aktivitas007
  • Tema Penelitian008
  • Acuan Penulisan Draft Rancangan Penelitian009
  • Workshop Persiapan Penelitian010
  • Praktek Penelitian Lapangan011
  • Interim Meeting012
  • Penulisan Laporan013
  • Workshop Penulisan Laporan014
  • Biaya Kegiatan015
  • Lamaran016
  • Batas Waktu Pengiriman Lamaran017
  • Panduan Penulisan Laporan018
  • Download019
Rasional


Seiring dengan mengglobalnya isu-isu Hak Asasi Manusia (HAM), muncul tuntutan untuk melakukan advokasi kelompok atau komunitas-komunitas etnik yang mengalami problem marginalisasi baik oleh kebijakan negara maupun oleh kelompok tertentu dalam masyarakat (mayoritas). Di Indonesia, demokratisasi telah mendorong bertumbuhnya NGO-NGO lokal di seluruh daerah yang membawa isu-isu HAM yang menggunakan metode advokasi sebagai aktivitas utamanya.

Dalam konteks respons masyarakat terhadap isu-isu di atas, kemunculan organisasi masyarakat sipil (OSM) atau NGO yang concern terhadap isu-isu HAM, dan/atau khususnya demokrasi, serta eksperimen mereka untuk menjadikan nilai-nilai universal tersebut sebagai dasar filosofis dalam melakukan pembelaan terhadap “the disadvantaged groups” tadi merupakan fenomena yang perlu mendapatkan dukungan penuh dari elemen civil society lainnya. Dari sini tampaklah adanya kebutuhan untuk lebih mengkonsolidasikan isu yang diadvokasi pada level yang lebih luas, baik dalam konteks ingatan publik tentang isu tersebut ,dan terutama, dalam konteks pembuatan kebijakan publik oleh negara. Hal ini hanya bisa dicapai melalui pembentukan wacana sebagai bagian penting dalam upaya advokasi untuk mendapatkan respon dari publik yang lebih luas dan beragam. Upaya advokasi ini memerlukan adanya kemampuan untuk mengumpulkan data yang akurat serta formulasi penulisan dalam bentuk hasil penelitian dengan bahasa yang mudah dipahami dan memenuhi standar penulisan ilmiah untuk dapat meyakinkan pembacanya.

Beberapa persoalan di atas mencerminkan saling keterkaitan antara beberapa upaya yang saling terkait untuk mengatasinya. Pertama, untuk bisa meyakinkan publik dan pembuat kebijakan tentang isu yang diadvokasi, sebuah advokasi yang baik adalah advokasi yang didukung oleh data yang bisa dipertanggungjawabkan. Data yang terpercaya hanya bisa didapatkan melalui proses pencarian data yang ditopang oleh metode yang juga bisa dipertanggungjawabkan. Singkatnya, sebuah advokasi yang bisa meyakinkan adalah advokasi yang didukung oleh proses penelitian yang baik. Kedua, ketajaman analisa terhadap isu atau kasus (hak asasi manusia) mensyaratkan pemahaman yang memadai tentang isu tersebut, baik dalam konteks spesifik isunya sendiri maupun dalam konteks relasi isu tersebut dengan dimensi persoalan yang lebih luas seperti setting kultural, sosial, politik dan ekonomi subjek yang dikaji. Ketiga, penelitian sosial yang bisa menghasilkan data yang terpercaya, dan ter-representasikan dalam format tulisan yang layak dibaca publik, membutuhkan proses latihan dan praktek yang serius. Dengan mempertimbangkan kompleksitas isu-isu yang diangkat, aktivis NGO perlu memiliki kemampuan dasar penelitian untuk memperkuat kemampuan argumentasi dalam advokasinya.

Dengan latar belakang tersebut, Yayasan INTERSEKSI merancang program sebagai upaya berbagi pengetahuan dalam bentuk pelatihan dan praktek penelitian untuk para aktivis LSM/NGO yang bergerak pada isu-isu hak asasi manusia. Pelatihan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para aktivis NGO dalam melakukan penelitian, dan secara khusus, hasilnya juga dapat mempengaruhi pada perdebatan diskursif di kalangan yang lebih luas.

Tujuan


Secara umum, program aktivitas ini bertujuan:
  • Mensosialisasikan wawasan mengenai isu-isu demokrasi dan diversitas sebagai suatu fenomena sosial dan politik.
  • Membagikan pemahaman mengenai metodologi penelitian (penyusunan riset desain, perumusan masalah penelitian, penggunaan kerangka konseptual/teori, perumusan asumsi, teknis wawancara mendalam) dan meningkatkan kemampuan mengelola gagasan dalam bentuk tulisan yang memenuhi kaidah-kaidah penulisan ilmiah.
  • Memberikan dukungan bagi key players advokasi hak-hak asasi manusia di Indonesia dengan melatih para aktivis di daerah melakukan penelitian sosial yang bisa dipertanggunjawabkan.
  • Memperkuat upaya advokasi isu-isu HAM di Indonesia melalui proses pembentukan kesadaran diskursif masyarakat tentang isu-isu tersebut.

Output

  • Meningkatnya kemampuan analisa sosial para peserta pelatihan tentang isu-isu hak asasi manusia dan diversitas sosio kultural.
  • Peserta pelatihan akan memiliki kemampuan dasar penelitian sosial yang baik, yang bisa digunakan sebagai metode untuk mendukung aktivitas advokasi tentang isu-isu hak asasi manusia di daerahnya masing-masing.
  • Peningkatan kemampuan menuliskan gagasan dan laporan peristiwa yang menyangkut isu-isu hak asasi manusia pada seluruh peserta pelatihan.
  • Setiap peserta pelatihan akan membagi pengetahuannya dengan koleganya masing-masing, sehingga kemampuan dasar-dasar penelitian tersebut bisa pula dimiliki oleh para aktivis yang tidak secara langsung mengikuti pelatihan.


Time Frame Pelaksanaan Kegiatan







No.Jenis KegiatanWaktu Kegiatan
1.
Seleksi Peserta Pelatihan
13 Juli – 30 Agustus 2009
2.
Workshop Pelatihan Penelitian
7- 9 September 2009
3.
Perbaikan Proposal Penelitian
10-24 September 2009
4.
Praktek Penelitian Lapangan
25 September-25 Oktober 2009
5.
INTERIM Meeting
8 Oktober 2009
6.
Penulisan Draft Laporan Penelitian
26 Oktober-26 November 2009
7.
Workshop Hasil Penelitian
28-30 November 2009
8.
Perbaikan Laporan Penelitian
30 November – 15 Desmber 2009
9.
Editing Laporan Penelitian
15 – 30 Desember 2009
10.
Laporan kegiatan
30 Desember 2009







Peserta


Secara khusus, pelatihan ini dirancang untuk para aktivis yang melakukan advokasi HAM dan/atau peneliti muda untuk menambah ketrampilan dan kapasitas mereka dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian kualitatif yang terfokus pada isu-isu HAM dengan berbagai spektrum. Pelatihan ini diutamakan diikuti oleh peneliti muda atau aktivis pemula, baik laki-laki maupun perempuan, yang berusia maksimal 30 tahun pada tahun 2009 ini.

  • Syarat Peserta
    Peserta pelatihan ini akan dinilai berdasarkan kemampuan dasar yang sudah dimilikinya. Karena itu, untuk mengikuti seleksi peserta program ini setiap calon peserta harus mengirimkan draft rancangan penelitian tentang isu HAM di wilayahnya masing-masing. Draft rancangan penelitian inilah yang kelak akan disempurnakan dalam pelatihan, sehingga peserta benar-benar akan mampu melakukan seluruh tahapan dan proses penelitian sosial, mulai dari landasan filosofis, pembekalan teoritis dan metodis, sampai pembuatan rancangan penelitian yang bisa diaplikasikan dalam penelitian lapangan, dan penulisan laporan akhir penelitian yang memenuhi standar penulisan yang baik. Detail persyaratan peserta akan ditetapkan kemudian.
    Calon peserta pelatihan ini harus menyerahkan Draft Rancangan Penelitian yang akan dilakukannya paling lambat tgl. 30 Juli 2009.


  • Rekruitmen Peserta



    Rekrutmen peserta dilakukan melalui dua cara: pertama, melalui jaringan kerja LSM dengan meminta beberapa LSM di daerah untuk mengirimkan wakilnya dalam seleksi peserta, dan; kedua, melalui undangan terbuka yang dipublikasikan melalui situs web Interseksi dan melalui beberapa mailing list di internet.
    Bentuk Aktivitas


    Aktivitas utama program ini akan akan difokuskan pada (1) pemberian pelatihan di dalam kelas untuk memberi bekal pemahaman konseptual tentang subjek dan isu yang akan diteliti, serta pembekalan metodologis; (2) pemberian pelatihan melalui praktek penelitian di lapangan, dan; (3) pelatihan penulisan laporan penelitian.

    Dalam kelas, para peserta akan diajak mendiskusikan beberapa materi mengenai isu-isu HAM dan relasinya dengan problem-problem diversitas etnik, agama, dan kebudayaan masyarakat Indonesia. Di samping itu, peserta juga akan diberi bekal pemahaman tentang sejarah sosial yang diharapkan bisa memperkaya kemampuan analisa ketika mereka menuliskan laporan hasil penelitian. Sebelum diterjunkan dalam praktek penelitian di lapangan, semua peserta akan dibekali dengan pengetahuan tentang rancangan penelitian, formulasi problem yang akan diteliti, teknik pengumpulan dan analisa data, dan cara menyusun pedoman wawancara.

    Pada tahap praktek penelitian lapangan seluruh peserta diharapkan dapat melakukan penelitian mandiri tentang subjek penelitian yang diajukannya dalam Rancangan Penelitian di wilayah domisilinya masing-masing. Melalui tahap ini peserta diharapkan bisa melakukan pengumpulan data secara sistematik dan mempraktekkan materi yang telah diterimanya selama workshop persiapan penelitian. Output tahap ini adalah sebuah draft laporan penelitian.

    Workshop Pelatihan Penulisan diberikan satu bulan setelah peserta selesai melakukan penelitian lapangan dan mempersiapkan draft laporan penelitian. Dalam workshop ini semua draft laporan yang ditulis peserta akan didiskusikan secara kritis sambil pada saat yang sama peserta diberi pemahaman tentang standar-standar penulisan ilmiah.

    Tema Penelitian


    Setiap individu calon peserta pelatihan penelitian mengajukan surat aplikasi untuk menjadi peserta pelatihan dengan melampirkan TOR singkat berisi proposal penelitian dengan topik yang dipilih yang mencerminkan isu-isu hak asasi manusia di lokasi asal para calon peserta. Panitia tidak memberikan batasan khusus mengenai spektrum isu yang dapat diangkat menjadi subyek penelitian, tetapi setidaknya dalam TOR/ riset desain yang diusulkan peserta dapat menggambarkan keterkaitan antara isu-isu lokal /concern mengenai isu-isu HAM dari daerah asal peserta dengan potret kebangsaan atau praktik kenegaraan Indonesia; atau bahkan dengan konteks internasional, yang lebih luas. Pada prinsipnya setiap peserta bebas menentukan tema spesifik, sesuai dengan kondisi di daerah asal peserta pelatihan.

    Di bawah ini adalah beberapa tema alternatif topik penelitian yang dapat diusulkan oleh peserta, meskipun, sesuai dengan prinsip di atas, peserta dapat menentukan sendiri topik penelitian:
    • Isu-isu tentang hak-hak politik dan ekonomi
    • Isu-isu tentang kemiskinan
    • Isu-isu tentang lokalitas dan globalisasi
    • Isu-isu tentang akses kesehatan
    • Isu-isu tentang akses untuk memperoleh pendidikan


    Acuan Penulisan Draft Rancangan Penelitian


    Draft Rancangan Penelitian yang akan diajukan oleh masing-masing calon peserta, paling tidak, harus meliputi beberapa aspek berikut:
    • Judul atau tema penelitian
    • Latar belakang/Rasional tentang mengapa tema penelitian tersebut dianggap penting untuk diteliti, dan apa relevansinya dengan isu-isu hak asasi manusia
    • Literature review yang relevan dengan isu/tema yang akan diteliti. Ini bisa berisi ulasan teoritis yang mengacu pada jurnal atau buku dan sumber pustaka ilmiah lainnya, tapi bisa pula berupa ulasan tentang penelitian sejenis yang pernah dilakukan oleh pihak lain. Point penting dari review literatur adalah melihat apa yang sudah pernah dibahas oleh pihak lain dan apa kelemahan bahasan tersebut, sehingga atas dasar tersebut penelitian yang diusulkan peserta memang perlu dilakukan.
    • Rumusan masalah yang akan diteliti. Draft Rancangan penelitian diharapkan bisa secara tajam merumuskan persoalan yang diteliti dengan mengacu pada rasional dan review literatur di atas.
    • Metode penelitian yang akan dipakai untuk mengumpulkan dan menganalisa data. Calon peserta pelatihan juga diharapkan bisa menetapkan sumber-sumber data yang akan digalinya dalam penelitian lapangan.
    • Jadwal Peneltian Lapangan. Secara umum, panitia menyediakn waktu total selama 25 hari bagi masing-masing peserta untuk melakukan praktek penelitian lapangan yang dimulai dari tanggal 25 Agustus sampai minggu terkahir bulan September (lihat time frame kegiatan). Calon peserta diharapkan bisa membuat jadwal penelitiannya masing-masing menyesuaikan dengan interval waktu tersebut.


    Workshop Persiapan Penelitian


    Workshop pelatihan pertama dilakukan dalam kelas pada tanggal 7 sampai 9 Agustus 2009. Pembagian sesi dalam setiap hari akan terdiri dari 2-3 yang dimulai dari pukul 09.00 pagi sampai dengan 21.00. Draft Rancangan Penelitian yang diajukan oleh masing-masing peserta akan dibahas dan diperbaiki dalam workshop pelatihan ini. Rincian jadwal dan materi workshop Pelatihan akan diberitahukan kepada seluruh peserta yang terpilih melalui surat elektronik (email).

    Praktek Penelitian Lapangan


    Yayasan Interseksi menyediakan waktu total selama 25 hari bagi masing-masing peserta pelatihan untuk melakukan praktek penelitian lapangan secara mandiri. Interval waktunya dimulai dari tanggal 25 Agustus 2009 sampai 25 September 2009. Peserta bisa menentukan sendiri jadwal peneltiannnya masing-masing dengan mengacu pada interval waktu tersebut.

    Interim Meeting


    Di tengah-tengah masa praktek penelitian, Yayasan Interseksi akan mengundang seluruh peserta pelatihan mengikuti Pertemuan-Antara (Interim Meeting). Tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan yang dicapai oleh masing-masing peserta selama praktek penelitian. Interim meeting juga dimaksudkan agar para peserta dapat membagi bersama pengalaman yang mereka temui di lapangan, serta membantu para peserta memecahkan persoalan yang dihadapinya selama melakukan penelitian lapangan. Interim Meeting dijadwalkan akan berlangsung tgl. 10 September 2009 (tentatif).

    Penulisan Laporan


    Setelah praktek penelitian lapangan, seluruh peserta wajib menuliskan hasil penelitiannya dalam bentuk sebuah laporan. Panitia menyediakan waktu sekitar 1 (satu) bulan, yakni mulai tgl. 26 September 2009 sampai tgl. 26 Oktober 2009, bagi masing-masing peserta untuk menuliskan draft laporan. Draft laporan penelitian harus sudah diterima panitia selambat-lambatnya tanggal 27 Oktober 2009 melalui email (interseksi[at]gmail[dot]com dan/atau office[at]interseksi[dot]org).

    Workshop Penulisan Laporan


    Draft Laporan penelitian akan dibahas secara mendalam dan menyeluruh dalam sebuah workshop penulisan pada akhir bulan Oktober 2008. Selama workshop peserta diwajibkan melakukan perbaikan laporannya masing-masing berdasarkan masukan yang diterima dari semua peserta workshop.

    Biaya Kegiatan

    Diclaimer: Yayasan Interseksi bukan lembaga pemberi hibah atau agensi donor. Harap diperhatikan bahwa bantuan dana di bawah ini bukanlah hibah (grant) dari Yayasan Interseksi kepada peserta, melainkan merupakan bagian dari komponen biaya penyelenggaraan program secara keseluruhan.

    Peserta yang dinyatakan lolos seleksi penerimaan tidak akan dikenakan biaya apa pun untuk mengikuti seluruh tahapan aktivitas pelatihan penelitian ini. Semua biaya yang relevan dengan kebutuhan kegiatan ini akan ditanggung oleh Yayasan Interseksi. Panitia juga menyediakan sebagian biaya yang diperlukan selama peserta pelatihan melakukan praktek penelitian lapangan. Komponen biaya penelitian lapangan yang sebagiannya akan ditanggung oleh panitia meliputi:

    • biaya transportasi lokal
    • biaya untuk kebutuhan makan-minum selama penelitian (25 hari)
    • biaya akomodasi (kalau diperlukan)

    komponen-komponen tersebut akan dibayarkan berdasarkan bukti pengeluaran yang diserahkan peserta setelah praktek penelitian lapangan, dan dengan mengacu pada batasan maksimal yang bisa ditanggung oleh panitia.

    Pihak panitia tidak akan mengganti biaya untuk kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya pengeluaran personal selama berlangsungnya kegiatan ini.

    Lamaran


    Usulan penelitian seleksi dinilai dari lamaran yang singkat dan jelas.
    Para calon peserta pelatihan harus menyertakan dokumen berikut ini bersama dengan surat lamaran mereka:

    • CV dan foto (dalam format digital).
    • TOR atau usulan penelitian


    Batas Waktu Pengiriman Lamaran


    Aplikasi pelatihan penelitian ditutup pada 30 Agustus 2009. Lamaran dikirim ke alamat:
    Yayasan INTERSEKSI
    u.p. Irine H. Gayatri, MA/ Arkhemi Suci Lestari
    JL. Raya Lenteng Agung Barat No. 39 Rt. 003/rw 001
    Kelurahan Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610
    Fax/ Tel: 021 7820444 atau e-mail ke: interseksi[at]gmail[dot]com


    Panduan Penulisan Laporan


    Laporan tertulis yang diserahkan oleh masing-masing peserta, paling tidak, harus meliputi beberapa aspek berikut:
    • Latar belakang masalah, berisi pemaparan singkat (dan jelas) tentang latar belakang yang bisa memberi gambaran meyakinkan bahwa subjek penelitian yang dipilih peneliti itu memang menarik dan penting untuk diteliti. Banyak peneliti pemula yang sering terjebak menuliskan latar belakang secara panjang lebar, seolah ingin menjelaskan segala hal menyangkut isu/tema penelitiannya dalam latar belakang ini. Padahal yang dipentingkan dari sebuah latar belakang sebuah desain dan/atau laporan penelitian sosial adalah upaya awal membangun argumen yang cukup meyakinkan bahwa apa yang akan dilakukan pada bagian-bagian lain memiliki konteks persoalan yang jelas dan memang relevan untuk dikerjakan.

    • Tinjauan pustaka (Literature review), memuat tinjauan kepustakaan/literatur yang relevan dengan subyek penelitian. Kekeliruan umum yang sering ditemui dalam membuat tinjauan pustaka adalah karena orang mengira sebuah tinjauan pustaka merupakan atau identik dengan kerangka teori yang dipakai untuk memahami persoalan yang diteliti. Tinjauan pustaka memang akan banyak membantu kita memahami persoalan yang akan kita teliti, tapi ia bukan sebuah acuan teoritis yang akan dibuktikan benar atau keliru dalam sebuah penelitian. Tanpa tinjauan pustaka yang baik seorang peneliti sosial akan kesulitan merumuskan problem yang akan ditelitinya dalam cara yang benar-benar bisa meyakinkan para pembaca yang kritis.

      Filosofi sebuah tinjauan pustaka dalam sebuah penelitian sosial adalah bahwa sebagai aktivitas intelektual sebuah penelitian tidak mungkin dimulai dari nol sama sekali. Selalu akan ada jejak-jejak intelektual orang lain yang telah mendahului apa yang kita kerjakan, baik yang langsung terkait dengan tema yang sedang kita kerjakan maupun yang tidak. Membuat tinjauan pustaka bukan lain adalah upaya kita menghargai pekerjaan/temuan intelektual orang lain, meskipun kita tidak sepakat dengan temuan itu. Melalui upaya membaca kepustakaan yang relevan, seorang peneliti yang akan meneliti sebuah subjek dapat melihat posisi penelitiannya sendiri di tengah-tengah konteks karya-karya intelektual orang lain. Dengan cara itu paling tidak kita bisa menghindari tejadinya repetisi (pengulangan) bukan hanya tema tapi juga masalah yang diteliti tanpa adanya unsur novelty (kebaruan) dalam penelitian yang akan kita kerjakan, yang bisa saja berujung pada tuduhan bahwa kita sedang melakukan praktek plagiarisme.

      Ada dua hal yang perlu diperhatikan dan dicatat dalam membuat sebuah tinjauan pustaka. Pertama, apa tesis umum atau argumen utama karya yang kita bahas yang paling relevan dengan tema penelitian yang akan kita lakukan. Sebuah karya mungkin memuat bermacam-macam uraian yang terlihat sangat penting yang sering membuat kita kebingungan menentukan mana tesis utamanya. Untuk mengatasi masalah seperti ini, tetaplah fokus pada tema utama yang akan kita kerjakan dalam penelitian, sehingga kita bisa memilah dan memilih di antara sekian banyak argumen tadi mana yang paling relevan.

      Kedua, kalau tesis umumnya sudah bisa kita uraikan secara singkat tuliskanlah apa yang menurut Anda merupakan kelemahan(-kelemahan) utama dari tesis tersebut. Tidak ada karya yang bisa sepenuhnya sempurna, dan kalau Anda kesulitan merumuskan kritik Anda sendiri terhadap tesis tersebut, carilah rujukan lain yang bisa membantu Anda mengetahui kelemahannya.

      Dari uraian tentang keterbatasan-keterbatasan kajian yang dilakukan oleh orang lain itulah kita bisa melihat dua hal sekaligus: pertama, masalah apa saja yang masih bisa diteliti baik karena belum dibahas oleh karya-karya yang kita bahas tersebut maupun karena kita melihat kemungkin untuk melihat soal yang sama dari sisi yang berbeda; dan kedua, kontribusi yang akan kita berikan kepada upaya pembentukan ilmu pengetahuan, karena kita tidak sedang akan melakukan repetisi belaka.

    • Rumusan masalah. Sebuah penelitian pada dasarnya dimulai dari sebuah pertanyaan. Tidak ada penelitian tanpa rumusan tentang masalah apa sebenarnya yang akan diteliti. Dengan demikian, merumuskan masalah penelitian merupakan salah satu fase paling penting dalam membuat sebuah desain penelitian. Meskipun terkesan sederhana, tapi tahap atau bagian inilah yang akan memperlihatkan apakah sebuah penelitian pantas dilakukan atau tidak. Sebuah penelitian kualitatif memang memungkinkan kita merevisi atau mengubah rumusan masalah yang diteliti sambil melakukan penelitian di lapangan, tapi hal tersebut tetap saja tidak menghilangkan keharusan bahwa penelitian yang sama memang harus memiliki rumusan masalah penelitian yang jelas.

      Cara terbaik merumuskan persoalan adalah dengan mengacu secara ketat pada hasil bacaan dalam tahap tinjauan pustaka (literatur review) di atas.

    • Metodologi/metode, menerangkan metode pengumpulan data yang sudah dilakukan selama proses penelitian di lapangan. Pada bagian ini yang ditulis bukanlah "teori(-teori) metodologi" yang akan dipakai dalam penelitian, melainkan "cerita" tentang metode apa yang sudah dipraktekkan selama penelitian.

    • Setting Lokasi/isu menjelaskan deskripsi wilayah atau kondisi disertai peta sederhana lokasi/isu tersebut. Harapa diperhatikan bahwa yang dimaksud dengan "peta" dalam hal ini tidak harus berarti peta sebuah wilayah besar, tapi bisa juga berupa peta lokasi kawasan yang diteliti.

    • Temuan-temuan lapangan dan analisisnya. Sub bagian ini berisi paparan data yang sudah berhasil ditemukan selama penelitian, yang relevan dengan masalah penelitian yang sudah dirumuskan sebelumnya, dan analisa kritis tentangnya, serta pengajuan argumen tentang apa relasi antara data tentang realitas tersebut dengan isu HAM yang lebih besar.

    • Kesimpulan dan Rekomendasi, berisi ringkasan hasil penelitian yang berguna untuk menekankan kembali inti pembahasan dan rekomendasi yang digunakan untuk rekomendasi kebijakan tentang isu yang relevan dengan subjek penelitian.

    • Bibliografi yang ditulis sesui dengan standar penulisan yang telah ditetapkan oleh Yayasan Interseksi.



    Download
  • Formulir Kesediaan Berpartisipasi (Word, PDF)
  • Formulir Biodata Calon Peserta (Word, PDF)